Breaking News

Selasa, 21 April 2015

Tindakan Indonesia sikapi penyadapan Australia dinilai tepat

“Sikap pemerintah Indonesia sudah tepat karena secara diplomatik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghendaki hubungan baik dan tidak saling mencurigai,"



Tindakan pemerintah Indonesia dengan memanggil pulang duta besar dan menghentikan beberapa kerja sama militer dengan Australia sebagai respons atas penyadapan yang dilakukan intelijen "negeri kanguru" terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tepat.

"Sikap pemerintah Indonesia sudah tepat karena secara diplomatik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghendaki hubungan baik dan tidak saling mencurigai," kata pengamat politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Bambang Cipto di Yogyakarta, Sabtu.
Read more ...

Jokowi: Yang Disadap dari Saya Apanya Sih?

Presiden Joko Widodo tak merasa alat komunikasinya normal. Jokowi juga merasa ponselnya tak disadap.




"Siapa yang menyadap? Yang disadap dari saya apanya sih?" kata Jokowi menanyakan di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, jelang lepas landas ke Aceh, pada Minggu, 8 Maret 2015.

Namun, Jokowi melanjutkan, memang ada beberapa tempat di mana banyak terjadi penyadapan. "Seperti di kebun karet atau pinus," kata dia sembari terkekeh-kekeh. "Di situ baru banyak sadap."
Read more ...

Jokowi: Mau sadap saya, masak urusan PKL disadap


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak khawatir dengan adanya penyadapan yang dilakukan intelijen Australia terhadap petinggi-petinggi di Indonesia. Malah, Jokowi mempertanyakan apabila dia ikut disadap Australia.

"Mau sadap saya, nyadap apa? Masak urusan Blok G disadap, masak urusan PKL disadap, kampung deret disadap," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (19/11).
Read more ...
Designed By